Kartu ujian PDF dibuat dengan mengubah berkas kartu yang Anda terima dari portal kampus menjadi PDF lewat JPG ke PDF. Satu gambar menjadi satu halaman, dan setiap gambar diposisikan proporsional di tengah halaman A4 dengan margin 20 mm. Orientasi berbeda tetap utuh, tidak dipotong, dan latar transparan diisi putih. Hasilnya berkas PDF yang bisa dicetak atau disimpan sebagai bukti mengikuti ujian.
Kartu ujian biasanya diterbitkan kampus menjelang ujian, dan bentuk berkasnya berbeda-beda. Sebagian kampus memberi PDF siap cetak. Sebagian lain menampilkan kartu di portal dan hanya menyediakan tombol unduh gambar atau tangkapan layar. Kalau berkasnya sudah PDF, Anda tidak perlu mengubah apa pun. Kalau berkasnya gambar, menyusunnya menjadi PDF membuat hasil cetaknya lebih teratur dan lebih mudah disimpan.
Artikel ini membahas cara menyusun kartu ujian menjadi PDF, cara memeriksa hasilnya, dan hal yang perlu disiapkan sebelum mencetak.
Kenapa kartu ujian sebaiknya disimpan sebagai PDF
Gambar kartu ujian yang tersimpan di ponsel mudah hilang di antara foto lain, dan mudah terkirim ke orang yang salah. Menyimpannya sebagai PDF dengan nama yang jelas membuat berkasnya mudah ditemukan kembali saat dibutuhkan.
PDF juga menjaga tampilannya saat dicetak. Ukuran kertas, posisi gambar, dan margin sudah tetap, sehingga hasil cetak di tempat yang berbeda tetap sama. Gambar yang dicetak langsung dari ponsel kadang terpotong di tepi, karena ukuran kertas yang dipakai tidak selalu A4.
Terakhir, PDF lebih mudah diunggah ke sistem yang meminta berkas. Sebagian kampus meminta kartu ujian ditandatangani lalu dipindai dan diunggah kembali, dan alurnya lebih lancar kalau berkasnya sudah PDF sejak awal.
Menyiapkan berkas kartu sebelum diubah
Sebelum menyusunnya menjadi PDF, periksa dulu berkas yang Anda punya. Buka gambarnya dan perbesar bagian yang memuat nama, nomor induk mahasiswa, dan jadwal ujian. Kalau bagian itu tidak terbaca di gambar aslinya, hasil PDF juga tidak akan lebih baik. Unduh ulang dari portal kampus dengan resolusi penuh, jangan memakai tangkapan layar yang sudah diperkecil.
Periksa juga apakah kartu terpotong. Kartu yang dipotret sebagian atau yang tangkapan layarnya memotong bagian bawah akan tetap terpotong di PDF. Kalau sumbernya tidak lengkap, minta berkas ulang ke bagian akademik atau unduh ulang dari portal.
Kalau kartu memuat pas foto, pastikan fotonya terlihat jelas dan tidak gelap. Kartu yang fotonya tidak terbaca bisa menimbulkan pertanyaan saat verifikasi di ruang ujian. Kalau foto di kartu memang kurang jelas, siapkan identitas pendamping yang diminta pengawas.
Menyusun gambar menjadi PDF
- Simpan gambar kartu ujian dalam format JPG, PNG, atau WebP. Format lain perlu dikonversi lebih dulu dengan aplikasi yang mendukung.
- Kalau kartu terdiri dari beberapa bagian, misalnya halaman depan dan halaman belakang, siapkan keduanya dan tentukan urutannya.
- Buka JPG ke PDF di peramban.
- Unggah gambarnya. Urutan unggahan menentukan urutan halaman, jadi unggah sesuai urutan yang diinginkan.
- Jalankan prosesnya, lalu unduh PDF-nya.
- Buka hasilnya dan periksa setiap halaman sebelum dicetak.
Tool ini menerima sampai 20 gambar dalam satu proses pada paket Berbayar, 20 gambar pada paket Gratis, dan 10 gambar tanpa akun. Untuk kartu ujian yang biasanya hanya satu sampai dua halaman, batas itu tidak menjadi kendala.
Memeriksa hasil sebelum dicetak
Buka PDF-nya dan periksa tiga hal. Pertama, keterbacaan: semua tulisan, terutama nama, nomor induk, mata ujian, dan ruang ujian, harus terbaca. Kedua, kelengkapan: tidak ada bagian kartu yang terpotong di tepi. Ketiga, urutan: kalau kartunya lebih dari satu halaman, susunannya sesuai yang diminta.
Periksa juga ukuran kertas di pengaturan cetak. PDF dari tool ini memakai halaman A4, jadi pilih A4 di dialog cetak. Jangan memilih opsi yang menskalakan halaman agar pas, karena penskalaan bisa memperkecil tulisan yang sudah kecil.
Cetak dalam mode hitam putih kalau kartunya hanya berisi teks, atau berwarna kalau ada foto dan kode yang membedakan bagian. Cetak satu lembar lebih dulu sebagai contoh sebelum mencetak banyak, supaya kesalahan pengaturan tidak terulang.
Menyimpan salinan digital
Simpan PDF kartu ujian di folder khusus, dengan nama yang menyebut jenis dan periode, misalnya kartu-ujian-semester-ganjil-2026.pdf. Nama yang jelas memudahkan menemukannya saat ujian berikutnya, karena kartu dari semester sebelumnya sering masih berguna sebagai referensi.
Simpan juga salinan di ponsel dan di layanan awan, supaya kartu tetap bisa dibuka kalau kertasnya tertinggal. Sebagian kampus mengizinkan kartu ditunjukkan lewat layar ponsel, sebagian mewajibkan cetak. Periksa ketentuannya di pengumuman ujian.
Kalau kartu memuat data pribadi lengkap dan akan dikirim ke pihak lain, bersihkan metadatanya lebih dulu lewat Sensor PDF. Berkas yang berasal dari ponsel membawa nama perangkat dan kadang koordinat lokasi, dan itu tidak perlu ikut terkirim.
Kalau kartu perlu tanda tangan
Sebagian kampus meminta kartu ujian ditandatangani sebelum ujian. Selesaikan secara manual: cetak kartunya, tanda tangani dengan tangan, lalu pindai atau foto hasilnya. JPG ke PDF bisa menyusun hasil pindaian itu kembali menjadi PDF.
Kalau yang diminta hanya tanda tangan visual pada berkas digital, Tanda Tangan PDF menerima gambar tanda tangan, dan PNG dengan latar tembus pandang memberi hasil paling rapi. Namun perhatikan batasnya: tanda tangan di PDF menempel sebagai lapisan tampilan, bukan tanda tangan elektronik tersertifikasi. Kalau kampus mensyaratkan tanda tangan basah, jalur cetak dan pindai tetap yang benar.
Kapan cara ini tidak dipakai
Kalau kampus sudah menyediakan kartu ujian dalam bentuk PDF siap cetak, pakai berkas itu apa adanya. Mengubahnya menjadi gambar lalu menyusunnya ulang hanya menurunkan mutunya tanpa manfaat.
Kalau kartu harus dicetak pada kertas khusus atau ukuran yang ditetapkan kampus, ikuti ketentuan itu. Ketentuan kampus selalu menang atas pengaturan umum.
Kalau kartu memuat data pribadi lengkap dan aturan kampus melarang berkasnya keluar dari jaringan kampus, kerjakan dengan aplikasi di komputer sendiri. Berkas yang diproses di layanan daring melewati server dan hasilnya kembali ke peramban tanpa penyimpanan permanen, tetapi selama proses berkas tetap meninggalkan perangkat Anda.
Pertanyaan yang sering muncul
Kartu ujian saya berupa tautan dari portal, bukan berkas. Bagaimana mengunduhnya? Buka tautan itu di peramban, lalu gunakan menu unduh atau simpan halaman. Kalau hanya bisa ditampilkan, ambil tangkapan layar dengan resolusi penuh, lalu periksa apakah tulisan kecilnya masih terbaca.
Apakah kartu boleh dicetak hitam putih? Ikuti ketentuan kampus. Kalau kartu memuat foto atau kode berwarna yang menjadi penanda, cetak berwarna. Kalau tidak ada ketentuan, hitam putih tetap terbaca selama tulisan kecilnya jelas.
Bagaimana kalau kartu hilang pada hari ujian? Simpan salinan digital di ponsel sejak jauh hari. Sebagian kampus bisa menerbitkan ulang kartu di hari yang sama, tetapi prosesnya bisa memakan waktu dan mengganggu persiapan.
Bisakah menggabungkan kartu ujian dengan dokumen lain? Bisa, lewat Gabung PDF setelah kartunya menjadi PDF. Berguna kalau kampus meminta kartu ujian disatukan dengan bukti pembayaran atau surat keterangan lain.
Mulai dari kartu yang sedang berlaku
Unduh kartu ujian dari portal kampus, susun menjadi PDF, lalu simpan salinannya di ponsel dan di awan. Untuk berkas perkuliahan yang lain, mulai dari Dokumen Pendidikan. Panduan merapikan catatan ada di catatan kuliah PDF, dan peta silonya ada di Panduan Dokumen.