Scan KTP KIP Kuliah berarti memfoto KTP peserta dan KTP orang tua dengan HP lalu mengubahnya menjadi PDF lewat Foto ke PDF. Hasil akhirnya adalah PDF A4 yang memuat sisi depan dan belakang tiap KTP secara berurutan dengan NIK, nama, dan tanda tangan terbaca jelas. Proses online hanya merapikan foto menjadi PDF, penerbitan dan pembetulan data KTP tetap di Dukcapil.

Siapkan KTP asli yang masih berlaku sebelum mulai memfoto. Untuk peserta yang belum punya KTP, siapkan KIA atau surat keterangan perekaman dari Dukcapil sesuai instruksi portal tahun berjalan. Kumpulkan juga KTP ayah dan ibu atau wali, bersihkan plastik pelindung dari debu, dan catat NIK yang harus sama dengan KK dan formulir. Foto yang bagus berawal dari kartu yang bersih dan data yang konsisten, bukan dari edit setelah jadi PDF.

Syarat dan batas scan KTP yang mengikat

Ketentuan KTP ditetapkan pengelola KIP Kuliah dan kampus tujuan, bukan oleh NgeditPDF. Umumnya yang diminta adalah pindaian KTP asli peserta plus KTP kedua orang tua atau wali untuk verifikasi satu rumah tangga. Ada kampus yang meminta sisi depan saja, ada yang meminta depan dan belakang dalam satu file karena alamat dan masa berlaku ada di sisi belakang. Karena polanya beda tiap tahun, ikuti daftar kolom di akun KIP dan pengumuman kampus, bukan contoh file tahun lalu.

Pegangan wajib adalah KTP fisik yang NIK dan namanya sama dengan KK dan akta. Jika ada beda ejaan nama, beda tanggal lahir, atau alamat sudah pindah, urus pembaruan ke Dukcapil sebelum masa upload habis. Jangan menutup, mengetik ulang, atau menempel data baru di atas foto karena itu dianggap pemalsuan dokumen. Simpan surat keterangan perekaman bila KTP baru belum selesai dicetak saat upload dibuka.

NgeditPDF tidak berafiliasi dengan Kemendikbud, pengelola KIP Kuliah, Dukcapil, kelurahan, sekolah, atau kampus mana pun. Layanan ini hanya mengubah foto KTP menjadi PDF, bukan menerbitkan KTP baru atau membetulkan NIK. Jika artikel ini beda dengan panduan tahun berjalan, ikuti panduan tahun berjalan dan pengumuman kampus.

Syarat, jadwal, skor bahasa, dan ketentuan beasiswa berubah setiap periode pendaftaran. Cek selalu panduan resmi tahun berjalan (LPDP Kemenkeu untuk beasiswa LPDP, portal KIP Kuliah untuk KIP). NgeditPDF hanya membantu menyiapkan berkas.

Kapan scan KTP dipakai dan kapan tidak

Scan KTP dipakai saat portal meminta bukti identitas peserta dan orang tua. Kebutuhan ini hampir selalu ada di KIP Kuliah karena status ekonomi dinilai dari penghasilan orang tua, bukan hanya dari peserta. Cirinya tertulis jelas di kolom upload, misalnya unggah KTP peserta, KTP ayah, dan KTP ibu pada tahun berjalan.

Scan KTP juga dipakai saat verifikasi kampus mencocokkan NIK dengan KK dan SKTM. Petugas memeriksa apakah nama dan alamat di KTP konsisten dengan KK dan surat kelurahan. Jika orang tua sudah meninggal atau berpisah, siapkan dokumen resmi pendukung seperti surat keterangan kematian atau surat wali, bukan mengosongkan kolom tanpa penjelasan.

Cara ini tidak dipakai untuk mengganti KK, akta, atau SKTM. KTP hanya menunjukkan identitas satu orang dan tidak memuat susunan keluarga. Jika KTP hilang, minta surat keterangan pengganti dari Dukcapil lalu pindai surat itu sesuai instruksi portal, jangan memakai KTP orang lain atau KTP lama yang sudah tidak berlaku.

Jangan memakai foto jadi PDF untuk mengubah isi KTP. Jangan mengganti foto wajah, mengubah NIK, mengedit tanggal lahir, memalsukan tanda tangan, atau menutupi status pekerjaan orang tua. Jika ada data salah, minta pembetulan resmi ke Dukcapil, lalu pindai KTP baru yang sudah diperbaiki.

Cara scan KTP KIP Kuliah jadi PDF langkah demi langkah

  1. Kumpulkan KTP peserta, KTP ayah, KTP ibu atau wali, dan KIA bila peserta belum ber KTP.
  2. Bersihkan kartu dari debu dan minyak, keluarkan dari dompet agar tidak ada pantulan plastik tambahan.
  3. Alasi meja dengan kertas putih polos dan letakkan satu kartu dalam satu waktu agar fokus maksimal.
  4. Letakkan kartu di meja rata dengan cahaya siang dari samping agar tidak ada bayangan tangan.
  5. Foto sisi depan dari atas dengan HP sejajar kartu dan pastikan semua tepi masuk bingkai.
  6. Balik dan foto sisi belakang bila kolom meminta alamat dan masa berlaku, walau terlihat sederhana.
  7. Perbesar tiap foto dan baca NIK, nama, tempat tanggal lahir, dan tanda tangan, lalu foto ulang yang miring atau buram.
  8. Buka Foto ke PDF dan unggah foto yang sudah dicek, maksimal 20 foto dalam satu proses.
  9. Urutkan dari KTP peserta lalu KTP ayah lalu KTP ibu, unduh dengan nama jelas, dan simpan foto asli terpisah.

Tanpa akun tersedia 10 berkas gambar per proses, paket Gratis memberi 20 berkas, paket Berbayar memberi 20 berkas. Batas umum pemrosesan adalah 20 kali per hari tanpa akun, 30 kali per hari paket Gratis, dan tanpa batas jumlah pemrosesan pada paket Berbayar.

Kualitas foto lebih menentukan daripada ukuran file. Posisikan kartu memenuhi hampir seluruh bingkai tanpa memotong tepi.

Soal privasi, KTP memuat NIK, foto wajah, dan tanda tangan yang sangat sensitif. Gunakan jaringan pribadi, tutup tab setelah selesai, hapus file yang tidak jadi dipakai, dan baca kebijakan privasi bila perlu kepastian tertulis. Jangan mengirim foto KTP ke grup atau jasa yang tidak jelas kebijakannya karena NIK bisa disalahgunakan.

Jika NIK buram atau file ditolak

Jika NIK pecah di hasil PDF padahal di kartu jelas, ambil ulang dengan mendekat lalu ketuk layar HP pada baris NIK untuk mengunci fokus.

Jika ada pantulan putih di atas foto wajah, geser lampu atau pindah ke dekat jendela tanpa sinar langsung.

Jika PDF terlalu besar untuk diunggah, periksa foto sumbernya. Foto 12 megapiksel bisa membuat PDF puluhan megabyte untuk beberapa kartu. Kecilkan foto sumber lalu gabungkan ulang dari awal. Bila masih kebesaran, pelajari konsep pengecilan di Kompres PDF tanpa mengorbankan keterbacaan NIK dan tanda tangan.

Cara lain bila tidak cocok

Jika portal meminta KTP dan KK dalam satu file keluarga, siapkan PDF KTP dulu lalu gabungkan dengan PDF KK setelah tiap file rapi. Gabung PDF menerima 2 sampai 20 PDF berurutan dan urutannya bisa digeser di pratinjau. Taruh KTP peserta paling depan agar mudah dikenali.

Jika portal meminta tiap orang sebagai file terpisah, jangan menggabung semua KTP menjadi satu. Simpan KTP peserta, KTP ayah, dan KTP ibu sebagai PDF sendiri sesuai nama kolom. Ikuti nama kolom, bukan asumsi, agar tidak tertukar saat verifikasi.

Jika paket harian habis, cek kebutuhan di halaman harga. Untuk peta berkas yang lebih luas, baca Panduan Dokumen dan Administrasi. Bila perlu menggabung banyak bukti keluarga, baca panduan Gabung PDF agar urutannya tetap benar.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana bila belum punya KTP karena umur kurang? Pakai KIA atau surat keterangan perekaman dari Dukcapil sesuai panduan tahun berjalan. Jangan meminjam KTP kakak atau saudara sebagai pengganti.

Apakah KTP orang tua wajib dua duanya? Ikuti kolom di akun KIP. Umumnya diminta ayah dan ibu, tetapi ada kondisi khusus seperti orang tua tunggal yang cukup melampirkan satu plus surat pendukung resmi.

Bolehkah memakai fotokopi KTP yang dilegalisir? Ikuti panduan tahun berjalan. Banyak portal meminta pindaian KTP asli. Fotokopi hanya dipakai bila KTP asli hilang dan ada surat keterangan resmi dari Dukcapil.

Apakah sisi belakang KTP perlu dipindai? Perlu bila kolom meminta alamat atau masa berlaku. Jika hanya diminta identitas depan, cukup sisi depan, tetapi pastikan instruksi kolom tidak mewajibkan dua sisi.

Apakah PDF KTP perlu dikompres? Hanya bila melebihi batas portal. Jika masih di bawah batas dengan margin aman dan NIK terbaca jelas, langsung pakai tanpa proses tambahan.

Periksa sebelum unggah ke portal

Buka PDF dari awal sampai akhir, baca tiap NIK, nama, tempat tanggal lahir, alamat, dan pastikan foto wajah serta tanda tangan terlihat wajar. Cocokkan NIK dengan KK dan formulir, dan pastikan tidak ada halaman ganda, halaman kosong, atau halaman terbalik.

Simpan KTP asli dan file master KTP KIP sampai penetapan penerima tuntas agar mudah ditunjukkan saat daftar ulang bila diminta.