Bagi content writer, bukti terkuat bukan daftar perangkat atau nama perusahaan, melainkan tulisan yang bisa dibuka dan dibaca. CV Anda bertugas menunjukkan jenis naskah yang Anda kuasai, cara Anda mengukur hasil, dan di mana perekrut bisa membaca karya Anda. Tampilannya cukup rapi dan tenang; yang berbicara adalah tulisannya.

Halaman ini membahas kekhasan CV untuk bidang kepenulisan konten. Contoh umum ada di contoh CV kreatif yang profesional, dan perbandingan jalur ada di kapan CV kreatif dipakai. Untuk bidang lain, lihat desainer dan fotografer.

Yang dinilai dari CV content writer

Perekrut atau editor yang membaca CV penulis ingin tahu empat hal: jenis naskah yang pernah Anda tulis, kanal tempat naskah itu terbit, hasil yang terlihat, dan cara Anda bekerja dengan orang lain seperti editor atau tim pemasaran. Keempatnya lebih menentukan daripada daftar alat.

Jenis naskah perlu disebut spesifik. Artikel panduan, naskah kampanye, materi edukasi, deskripsi produk, dan naskah video adalah jenis pekerjaan yang berbeda. Menulis "penulis konten" saja tidak memberi gambaran apakah Anda terbiasa menulis panduan panjang atau teks pendek untuk promosi.

Kanal menunjukkan konteks kerja. Naskah untuk blog perusahaan, kanal media sosial, surat elektronik, dan laman produk punya aturan yang berbeda. Sebut kanal yang benar-benar Anda tangani.

Hasil tidak harus berupa angka. Kalau catatan angka tidak tersedia, sebut perubahan yang bisa diamati, misalnya naskah yang dipakai ulang sebagai acuan, halaman yang menjadi rujukan tim, atau tulisan yang diterima tanpa revisi besar. Yang penting bukan besarannya, melainkan kejelasan kontribusi Anda.

Cara bekerja juga penting karena penulis hampir selalu bekerja dengan editor. Sebut pengalaman menerima masukan, menyesuaikan nada tulisan, dan mengejar tenggat.

Susunan bagian yang cocok

Untuk penulis, tautan portofolio tulisan sebaiknya muncul di bagian atas, entah di kontak atau di paragraf pembuka. Jangan membuat perekrut mencari tautan itu sampai ke halaman kedua.

Susunan yang aman: paragraf pembuka, pengalaman kerja, publikasi atau tulisan terpilih, keahlian, pendidikan, lalu bagian pendukung. Bagian publikasi berguna kalau tulisan Anda terbit di kanal lain. Kalau Anda belum punya publikasi, pakai bagian proyek untuk naskah yang belum terbit.

Di Pembuat CV, urutan bagian bisa diatur. Kalau tulisan terpilih Anda lebih relevan daripada pekerjaan terakhir, naikkan bagian itu ke atas. Bagian yang belum ada isinya dibiarkan kosong, karena bagian kosong tidak ikut tercetak.

Contoh kalimat pengalaman

Kalimat pengalaman untuk penulis paling kuat kalau menyebut jenis naskah, kanal, dan hasil. Beberapa pola yang bisa ditiru:

"Menulis [jenis naskah] untuk [jenis kanal] selama [rentang waktu]. Menyusun kerangka, mewawancarai narasumber, dan menyerahkan naskah sesuai tenggat terbit. Beberapa naskah dipakai ulang sebagai acuan penulisan berikutnya."

"Mengelola jadwal terbit [jenis kanal]. Menulis dan menyunting naskah kontributor, lalu menyesuaikan judul dan susunan paragraf berdasarkan tanggapan pembaca."

"Menyusun naskah kampanye untuk [jenis kegiatan] bersama tim pemasaran. Menyesuaikan nada tulisan untuk beberapa kanal, dari pengumuman singkat sampai halaman penjelasan."

Tiga contoh itu punya satu kesamaan: semuanya menyebut pekerjaan yang bisa dibayangkan. Kalimat seperti "bertanggung jawab atas konten" tidak memberi gambaran apa pun.

Menyusun portofolio tulisan

Portofolio penulis berbeda dari portofolio desainer. Isinya bukan gambar, melainkan naskah. Karena itu, susunannya harus mudah dipindai: judul, kanal, tahun, dan keterangan singkat tentang peran Anda.

Untuk setiap tulisan, beri keterangan satu sampai dua baris: apa topiknya, apa peran Anda, dan apa hasilnya. Kalau tulisan itu hasil kerja kelompok, sebut bagian Anda. Kalau tulisan itu sudah tidak bisa dibuka di kanal aslinya, simpan salinannya sebagai berkas.

Jumlah tulisan lebih baik sedikit tetapi relevan. Pilih tiga sampai lima naskah yang paling dekat dengan posisi yang dilamar. Menampilkan dua puluh tulisan dari banyak bidang justru membuat perekrut sulit menilai kekuatan Anda.

Kalau naskahnya masih berupa berkas terpisah, susun menjadi satu PDF agar mudah dikirim. Gabung PDF menyatukan beberapa PDF, urutannya bisa digeser di pratinjau, dan penanda buku dipertahankan. Kalau naskah Anda tersimpan sebagai gambar tangkapan layar, ubah dulu dengan JPG ke PDF.

Kalau ukuran berkas portofolionya besar, Kompres PDF menurunkan resolusi gambar yang melebihi ukuran tampilnya dengan batas efektif 150 DPI, lalu merapikan strukturnya. PDF berisi foto bisa menyusut sampai sekitar 90 persen, sementara PDF teks saja nyaris tidak berubah. Untuk portofolio tulisan yang isinya teks, ukurannya biasanya tidak menjadi masalah.

Memilih template dan warna

Karena CV penulis dinilai dari keterbacaan, pilih template yang tipografinya enak dibaca. Template Larik memakai serif editorial, dan template Monograf memakai serif buku dengan drop cap. Keduanya memberi kesan yang sesuai untuk bidang tulisan. Template Siku dan Kisi juga aman karena strukturnya jelas.

Kalau dilihat dari empat keluarga gaya yang tersedia, keluarga Editorial paling dekat dengan bidang tulisan. Karakternya tenang, berorientasi teks, dan tidak bersaing dengan isi.

Warna sebaiknya dipakai tipis saja. Lima pilihan aksen yang tersedia, yaitu Tinta, Navy, Terracotta, Oxblood, dan Forest, semuanya sudah diuji kontrasnya untuk dua pemakaian: teks putih di atas aksen dan aksen di atas kertas. Untuk CV penulis, aksen Tinta atau Navy biasanya sudah memadai. Dua warna yang bersaing hanya mengalihkan perhatian dari tulisan Anda.

Menulis tautan dan nama berkas

Tautan portofolio sebaiknya mengarah ke halaman yang bisa dibuka tanpa izin khusus. Hindari tautan yang meminta perekrut masuk ke akun tertentu. Periksa semua tautan dari perangkat lain sebelum mengirim.

Nama berkas juga bagian dari kesan pertama. Nama yang menyebut nama Anda, jenis berkas, dan posisi yang dilamar lebih mudah ditemukan kembali. Nama seperti cv.pdf atau portofolio.pdf menyulitkan perekrut yang menerima banyak lampiran.

Kalau lamaran dikirim lewat surel, tulis juga dua sampai tiga baris pengantar yang menyebut posisi dan tautan tulisan terbaik Anda. Jangan menyalin seluruh CV ke badan surel.

Kesalahan yang sering terjadi di CV penulis

Kesalahan pertama adalah menyebut keahlian menulis tanpa contoh. Klaim "mampu menulis dengan baik" tidak bisa diperiksa. Gantinya, sebut jenis naskah dan kirimkan contohnya.

Kesalahan kedua adalah menulis daftar panjang perangkat atau platform tanpa kaitan dengan pekerjaan. Yang lebih berguna adalah keterangan tentang jenis naskah dan kanal yang Anda tangani.

Kesalahan ketiga adalah mengirim portofolio yang isinya tidak relevan dengan posisi. Pilih naskah yang paling dekat dengan kebutuhan lowongan.

Kesalahan keempat adalah menaruh tautan portofolio hanya di kolom samping. Kalau berkas dibaca mesin, tautan di kolom samping berisiko tercampur dengan isi kolom utama. Letakkan tautan penting di badan teks.

Kesalahan kelima adalah mengunggah versi kreatif ke portal yang membaca berkas lebih dulu dengan mesin. Sediakan versi ATS dari data yang sama, dan pilih berkas sesuai kanal pengirimannya.

Memeriksa sebelum mengirim

Pemeriksa otomatis di dalam pembuat CV menolong Anda menutup celah sebelum berkas dikirim. Temuannya dihitung dari isi CV Anda sendiri, tanpa angka pembanding, dan setiap temuan mengarah ke bagian yang perlu diperbaiki. Untuk penulis, perhatikan temuan tentang panjang ringkasan, kata kerja tindakan, frasa tugas pasif, panjang tiap poin, dan kategori keahlian.

Ekspor PDF dan buka hasilnya. Sorot satu kalimat. Kalau teks bisa disorot dan disalin, berkasnya berlapis teks dan bisa dibaca mesin. Hasil ekspor berukuran A4, tanpa watermark dan tanpa logo, baik pada paket Gratis maupun Berbayar.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah content writer perlu menulis angka pembaca di CV? Tulis kalau ada catatannya dan angkanya benar. Kalau tidak ada, sebut perubahan yang bisa diamati, misalnya naskah yang dipakai ulang atau halaman yang menjadi rujukan tim.

Berapa banyak tulisan yang sebaiknya masuk portofolio? Tiga sampai lima tulisan yang paling relevan dengan posisi yang dilamar sudah cukup.

Apakah tulisan yang belum terbit boleh dimasukkan? Boleh, selama Anda berhak menampilkannya. Kalau naskah itu milik klien dan belum boleh dipublikasikan, cukup sebut jenis pekerjaan dan peran Anda tanpa menampilkan isinya.

Apakah CV penulis perlu foto? Tidak. Foto adalah pilihan. Untuk bidang kepenulisan, isi dan contoh tulisan lebih menentukan daripada foto.

Apakah boleh memakai dua bahasa di CV? Boleh, kalau lowongannya memang mensyaratkan kemampuan dua bahasa. Jangan mencampur dua bahasa dalam satu paragraf.

Langkah berikutnya

Pilih tiga sampai lima tulisan terbaik Anda, susun portofolionya sebagai PDF, lalu isi CV di Pembuat CV jalur Kreatif dengan template yang tipografinya tenang. Setelah itu, baca cara mengirim CV kreatif untuk memastikan nama berkas dan cara pengirimannya rapi.