Untuk fotografer, CV menjelaskan apa yang tidak terlihat dari foto: peran Anda di sebuah proyek, kondisi kerja yang Anda tangani, dan bagaimana berkas sampai ke tangan klien. Foto menunjukkan hasil; CV menunjukkan proses dan tanggung jawab. Karena itu, CV fotografer yang kuat biasanya lebih banyak bercerita tentang cara kerja daripada tentang daftar peralatan.
Halaman ini membahas kekhasan CV untuk bidang fotografi. Contoh umum ada di contoh CV kreatif yang profesional, dan untuk bidang lain ada desainer serta content writer. Kalau Anda belum yakin soal jalurnya, mulai dari kapan CV kreatif dipakai.
Yang dinilai dari CV fotografer
Perekrut atau klien yang membaca CV fotografer ingin tahu jenis karya yang Anda tangani, peran Anda saat pemotretan, dan cara Anda menyerahkan hasil. Ketiganya tidak muncul dari nama kamera.
Jenis karya perlu disebut spesifik: foto produk, potret, acara, ruang, makanan, atau dokumentasi kegiatan. Setiap jenis punya tuntutan yang berbeda, mulai dari pengaturan cahaya sampai tenggat penyerahan. Menyebut "fotografer" saja tidak memberi gambaran.
Peran perlu dijelaskan, terutama untuk pekerjaan kelompok. Dalam sebuah produksi foto, ada orang yang mengatur cahaya, mengarahkan model, menyunting, dan menyiapkan berkas akhir. Kalau Anda memegang lebih dari satu bagian, sebut semuanya dengan jujur.
Alur penyerahan berkas menunjukkan profesionalisme. Sebutkan apakah Anda menyerahkan berkas mentah, berkas tersunting, atau berkas siap tayang, dan dalam jangka waktu berapa. Klien sangat memperhatikan bagian ini karena berkas yang terlambat menghambat pekerjaan mereka.
Susunan bagian yang cocok
Tautan portofolio sebaiknya ada di bagian atas, entah di kontak atau di paragraf pembuka. Untuk fotografer, portofolio lebih menentukan daripada CV, jadi jangan membuat perekrut mencarinya.
Susunan yang aman: paragraf pembuka, pengalaman kerja, proyek terpilih, keahlian, pendidikan, lalu bagian pendukung seperti penghargaan atau publikasi. Bagian proyek berguna untuk pekerjaan lepas yang tidak masuk riwayat kerja tetap.
Di Pembuat CV, urutan bagian bisa diatur, dan bagian yang dibiarkan kosong tidak ikut tercetak. Kalau pendidikan bukan bukti terkuat Anda, letakkan setelah pengalaman dan proyek. Yang menentukan urutan adalah kekuatan bukti, bukan aturan tetap.
Contoh kalimat pengalaman
Kalimat pengalaman untuk fotografer paling kuat kalau menyebut jenis pekerjaan, kondisi kerja, dan hasil penyerahan. Beberapa pola yang bisa ditiru:
"Menangani dokumentasi foto [jenis acara] untuk [jenis klien]. Mengatur pencahayaan dan posisi pengambilan gambar, lalu menyerahkan berkas tersunting dalam [jangka waktu] sesuai tenggat."
"Memotret produk untuk [jenis kebutuhan]. Bekerja bersama tim pemasaran menyusun daftar gambar yang dibutuhkan, mengambil gambar, dan menyiapkan berkas siap tayang untuk kanal digital dan cetak."
"Mengelola pemotretan potret untuk [jenis keperluan]. Mengarahkan peserta pemotretan, menyesuaikan latar dan cahaya, serta menyerahkan hasil yang lolos peninjauan klien."
Tiga contoh itu sama-sama menyebut pekerjaan yang bisa dibayangkan. Kalimat seperti "berpengalaman di bidang fotografi" tidak memberi informasi yang bisa diperiksa.
Angka boleh dipakai kalau ada catatannya, misalnya jumlah sesi, jumlah gambar yang diserahkan, atau jumlah lokasi. Kalau tidak ada catatan, sebut perubahan yang bisa diamati, misalnya berkas yang dipakai untuk beberapa kanal atau hasil yang diterima tanpa revisi besar.
Menyusun portofolio foto
Portofolio foto yang baik ringkas dan relevan. Pilih tiga sampai lima karya yang paling dekat dengan posisi atau jenis pekerjaan yang Anda incar. Menampilkan puluhan foto dari banyak bidang membuat penilaian menjadi sulit.
Setiap karya sebaiknya diberi keterangan singkat: jenis pekerjaan, peran Anda, dan tahunnya. Kalau foto itu hasil kerja kelompok, sebut bagian Anda. Keterangan ini membuat portofolio Anda terbaca sebagai bukti kerja, bukan sekadar galeri.
Untuk mengirim portofolio, susun foto menjadi PDF agar mudah dibuka di perangkat mana pun. Kalau foto Anda masih berupa berkas gambar, ubah dulu dengan JPG ke PDF, lalu atur urutannya. Kalau portofolio Anda terpisah dari CV, Gabung PDF bisa menyatukan keduanya; urutan halaman bisa digeser di pratinjau dan penanda buku dipertahankan.
Ukuran berkas adalah masalah yang sering muncul di portofolio foto. Gambar beresolusi tinggi bisa membuat berkas menjadi puluhan megabita, dan banyak portal membatasi ukuran unggahan. Kompres PDF menurunkan resolusi gambar yang melebihi ukuran tampilnya dengan batas efektif 150 DPI, lalu merapikan struktur berkas. PDF berisi foto bisa menyusut sampai sekitar 90 persen. Periksa kembali hasilnya untuk memastikan gambar tetap tajam saat dibuka.
Memilih template dan warna
Karena portofolio Anda yang akan tampil paling menonjol, pilih template CV yang tenang. Template Sorot menempatkan foto menyentuh tepi dan bisa cocok kalau Anda ingin menampilkan satu foto. Kalau tidak ingin foto di CV, pilih template seperti Siku atau Larik yang mengandalkan struktur dan tipografi.
Untuk fotografer, keluarga gaya Terstruktur adalah pilihan paling aman karena tidak bersaing dengan karya. Kalau Anda ingin CV yang terasa lebih bercerita, keluarga Editorial bisa dipakai selama isinya tetap ringkas.
Pilih satu warna aksen dari lima pilihan yang tersedia: Tinta, Navy, Terracotta, Oxblood, dan Forest. Semuanya sudah diuji kontrasnya untuk teks putih di atas aksen dan aksen di atas kertas. Aksen Tinta berwarna hitam pekat dan paling aman untuk cetak hitam putih. Untuk CV fotografer, aksen tenang lebih baik karena portofolio Anda yang membawa warna.
Foto profil di CV fotografer
Foto profil adalah pilihan, bukan kewajiban. Sebagian bidang mengharapkannya, sebagian menghindarinya karena pertimbangan kesetaraan. Kalau Anda memakainya, gambar dikecilkan otomatis: sisi terpanjang dibatasi 400 piksel, mutu 0,72, dan dipotong tengah menjadi persegi. Ukuran kecil itu penting karena draf dikirim ke server sebagai satu dokumen, dan foto kamera ponsel yang besar membuat setiap penyimpanan lambat.
Pilih foto yang menunjukkan wajah dengan jelas, bukan foto karya. Foto profil di CV berfungsi sebagai pengenal, bukan contoh portofolio.
Kesalahan yang sering terjadi di CV fotografer
Kesalahan pertama adalah mendaftar peralatan panjang-panjang. Klien tidak menyewa kamera, melainkan orang yang bisa memakainya untuk kebutuhan mereka. Sebut peralatan hanya kalau memang relevan dengan jenis pekerjaan yang dilamar.
Kesalahan kedua adalah tidak menyebut peran di proyek kelompok. Kalau Anda hanya menulis nama proyek, perekrut tidak tahu bagian Anda.
Kesalahan ketiga adalah mengirim portofolio yang terlalu besar. Perkecil gambarnya sebelum disusun, lalu periksa ukuran berkas akhirnya.
Kesalahan keempat adalah mencampur banyak jenis karya tanpa alasan. Kalau lowongannya untuk foto produk, tampilkan foto produk sebagai bagian utama.
Kesalahan kelima adalah mengirim berkas ke portal yang memprosesnya dengan mesin tanpa versi ATS. Siapkan versi ATS dari data yang sama, dan pilih berkas sesuai kanal pengirimannya.
Memeriksa sebelum mengirim
Manfaatkan pemeriksa otomatis di dalam pembuat CV sebelum berkas diekspor. Alat ini membaca isi CV Anda sendiri dan menghitung temuannya tanpa angka pembanding. Setiap temuan mengarah ke bagian yang perlu diperbaiki. Untuk fotografer, dahulukan temuan tentang uraian berisi hasil, kata kerja tindakan, kelengkapan tanggal, dan kategori keahlian.
Ekspor PDF dan buka hasilnya. Sorot satu kalimat untuk memastikan teksnya bisa disalin. Hasil ekspor berukuran A4, tanpa watermark dan tanpa logo, baik pada paket Gratis maupun Berbayar. Draf tersimpan di akun Anda, dan bisa diunduh sebagai berkas JSON untuk cadangan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah CV fotografer perlu mencantumkan kamera yang dipakai? Sebut hanya kalau relevan dengan jenis pekerjaan yang dilamar. Yang lebih penting adalah jenis karya, peran, dan alur penyerahan berkas.
Bagaimana kalau klien saya kebanyakan perorangan? Sebut jenis pekerjaannya, misalnya potret keluarga, acara, atau dokumentasi usaha kecil. Yang dinilai adalah jenis pekerjaan dan cara Anda menanganinya, bukan nama kliennya.
Apakah foto di portofolio boleh diberi tanda air? Boleh, selama tanda airnya tidak menutupi isi foto. Tanda air yang terlalu besar membuat penilaian sulit.
Berapa ukuran portofolio yang aman dikirim? Periksa batas unggahan portalnya. Kalau berkasnya terlalu besar, kompres dengan Kompres PDF dan periksa kembali ketajaman gambarnya.
Apakah perlu menyebut tarif di CV? Tidak perlu. Tarif dibicarakan pada tahap penawaran, bukan di CV.
Langkah berikutnya
Pilih karya yang paling relevan, tentukan peran Anda di masing-masing karya, lalu susun CV di Pembuat CV jalur Kreatif dengan template yang tenang. Rapikan portofolionya sebagai PDF, periksa ukurannya, lalu baca cara mengirim CV kreatif sebelum berkas dikirim.