Gambar yang diambil dari PDF umumnya tidak turun kualitasnya, karena Ekstrak Gambar dari PDF mengambil gambar asli yang tertanam di dalam berkas, bukan menyalin tampilannya. Resolusinya sama dengan resolusi aslinya di dalam dokumen, formatnya tetap JPG, PNG, atau TIFF, dan tidak ada kompresi ulang yang dijalankan.

Kalau hasilnya terlihat pecah atau kabur, penyebabnya hampir selalu ada di tempat lain. Bisa jadi resolusinya memang kecil sejak PDF itu dibuat, bisa jadi yang diambil adalah render halaman pada 150 DPI, dan bisa jadi berkas PDF-nya sudah dikompresi lebih dulu. Tiga penyebab itu yang dibahas di sini, bersama cara memeriksanya.

Membedakan penyebabnya penting karena solusinya berbeda. Kalau masalahnya resolusi asli, tidak ada cara mengembalikannya. Kalau masalahnya salah pilih tool, gambar yang lebih tajam masih bisa didapat.

Yang terjadi saat gambar diambil

Di dalam PDF, gambar disimpan sebagai objek tersendiri beserta ukuran pikselnya. Saat dokumen dibuat, aplikasi pembuat PDF mengambil gambar dari dokumen sumber, lalu menuliskannya ke dalam berkas, sering kali dengan penyesuaian agar ukuran berkasnya tidak berlebihan.

Ekstraksi membuka objek itu dan menuliskannya kembali sebagai berkas gambar. Isinya tidak diubah: jumlah pikselnya sama, dan formatnya dipertahankan. Karena itu, kualitas hasil ekstraksi tidak bisa lebih buruk daripada gambar yang tersimpan di dalam PDF.

Yang perlu dipahami, kualitas gambar di dalam PDF tidak selalu sama dengan kualitas gambar di dokumen asalnya. Aplikasi pengolah kata dan alat pembuat PDF sering memperkecil gambar saat menyimpan, terutama kalau dokumennya diatur untuk ukuran berkas yang hemat. Gambar yang diambil dari PDF seperti itu memang sekecil itu, dan itu bukan akibat proses ekstraksi.

Empat penyebab yang paling sering

Resolusi aslinya memang kecil. Ini penyebab paling umum. Foto 800 piksel yang ditempatkan pada lebar satu halaman tetap hanya punya 800 piksel. Saat dicetak atau diperbesar, gambar itu terlihat pecah. Ekstraksi menampilkan kondisi sebenarnya, bukan menurunkannya.

Yang diambil adalah render halaman. Kalau yang dipakai adalah PDF ke JPG, seluruh halaman dirender pada 150 DPI, termasuk teks dan gambarnya. Hasilnya tajam untuk dibaca di layar, tetapi bukan gambar asli. Untuk gambar asli, yang dipakai adalah Ekstrak Gambar dari PDF.

PDF-nya sudah dikompresi lebih dulu. Kompresi yang dijalankan pada berkas PDF bisa menurunkan kualitas gambar di dalamnya, tergantung tingkat kompresi yang dipilih. Kalau berkas aslinya masih ada, ambil gambarnya dari berkas itu, bukan dari versi yang sudah dikompres.

Gambar dibuka dengan pembesaran berlebihan. Berkas gambar yang sama bisa terlihat tajam pada ukuran tampil normal dan terlihat pecah saat diperbesar sampai beberapa kali. Periksa ukuran pikselnya sebelum menyimpulkan bahwa gambarnya rusak.

Cara memeriksa sebelum menyalahkan hasilnya

Pemeriksaan ini memakai alat yang sudah ada di komputer, tanpa aplikasi tambahan.

Pertama, periksa ukuran piksel gambar hasil ekstraksi. Di Windows, klik kanan berkasnya lalu pilih Properties, dan lihat tab Details. Di macOS, buka berkasnya dengan Preview lalu pilih Tools dan Show Inspector. Ukuran piksel yang cukup untuk tampil di layar berbeda dengan yang cukup untuk dicetak.

Kedua, periksa ukuran berkasnya. Gambar berukuran besar dengan jumlah piksel kecil biasanya tanda kompresi berat, sedangkan gambar dengan piksel besar dan ukuran berkas wajar biasanya aman.

Ketiga, bandingkan dengan tampilan di dalam PDF pada pembesaran 100 persen. Kalau keduanya sama-sama pecah pada pembesaran itu, masalahnya ada di gambar aslinya, bukan di hasil ekstraksi. Kalau hasil ekstraksi lebih pecah daripada tampilan di PDF, baru ada yang perlu diperiksa dari sisi prosesnya.

Keempat, buka berkasnya dengan penampil gambar lain. Sebagian penampil menampilkan gambar dengan penajaman otomatis, dan sebagian lain menampilkannya apa adanya. Perbedaan tampilan antar penampil bisa membuat gambar yang sama terlihat berbeda.

Cara mendapatkan hasil terbaik

Urutan yang paling aman: ambil gambar dari berkas PDF asli, bukan dari salinan yang sudah dikompres atau dikirim berkali-kali. Kalau berkasnya pernah dikecilkan, cari versi aslinya sebelum mengambil gambarnya.

Setelah gambarnya tersimpan, simpan dalam format yang sesuai. JPG untuk foto, PNG untuk logo dan gambar dengan latar transparan, dan TIFF untuk keperluan cetak. Hindari menyimpan ulang berkas JPG berulang kali, karena setiap penyimpanan ulang menambah penurunan kualitas.

Kalau gambar yang dibutuhkan berukuran sangat kecil padahal tampilannya di PDF cukup jelas, pertimbangkan untuk memakai render halaman. Halaman dirender pada 150 DPI, sehingga tampilannya bisa lebih tajam daripada gambar asli yang resolusinya rendah. Konsekuensinya, yang didapat adalah seluruh halaman, bukan gambar yang bisa dipakai ulang sebagai aset.

Masalah yang sering terjadi

Gambar terlihat kabur padahal di PDF tampak tajam. Periksa pembesaran yang dipakai. PDF menampilkan gambar sesuai ukuran di halaman, dan saat diperbesar tampilan ikut diperbesar. Kalau pada pembesaran yang sama hasilnya sama-sama kabur, gambar aslinya memang sekecil itu.

Gambar hasil ekstraksi berukuran sangat besar. Sebagian gambar di dalam PDF disimpan tanpa kompresi, sehingga berkasnya besar. Itu bukan tanda kerusakan. Kalau ukurannya mengganggu, kecilkan setelah tersimpan, dan simpan versi aslinya terpisah.

Warna gambar terlihat berbeda dari tampilan di PDF. Perbedaan ini biasanya soal ruang warna dan cara penampil menafsirkannya, bukan soal isi gambarnya. Coba buka dengan aplikasi penyunting gambar untuk memastikan.

Hasil ekstraksi tidak menemukan gambar sama sekali. Dokumennya kemungkinan hasil pindai, dan halamannya tersimpan sebagai satu gambar penuh. Untuk dokumen seperti itu, pakai PDF ke JPG.

Gambar terpotong di tepinya. Berarti bagian itu memang tidak masuk ke dalam kotak gambar di halaman PDF. Yang bisa dilakukan adalah merender halamannya, lalu memotongnya sendiri sesuai kebutuhan.

Kapan sebaiknya tidak memakai tool online

Dokumen berisi data pribadi lengkap, berkas keuangan, atau materi perusahaan yang belum boleh keluar dari jaringan kantor sebaiknya dikerjakan dengan aplikasi yang berjalan di komputer sendiri. Tool online cocok untuk pekerjaan cepat pada berkas yang tidak sensitif.

Untuk tool di kelompok konversi, berkas dialirkan ke pemroses dan hasilnya dikirim balik ke peramban tanpa ditulis ke penyimpanan permanen. Meski begitu, berkas tetap meninggalkan perangkat selama proses berlangsung. Keterangan lengkapnya ada di kebijakan privasi.

Batas paketnya: tanpa akun 20 pemrosesan per hari dengan 10 MB per berkas, paket Gratis 30 pemrosesan per hari, dan paket Berbayar tanpa batas jumlah pemrosesan dengan 200 MB per berkas. Rinciannya ada di halaman harga.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah ekstraksi menurunkan kualitas gambar? Tidak. Gambar diambil pada resolusi aslinya tanpa kompresi ulang. Kalau hasilnya terlihat lebih buruk, penyebabnya ada di gambar aslinya atau di berkas PDF yang sudah dikompres.

Apakah bisa menaikkan resolusi gambar yang sudah kecil? Bisa diperbesar secara tampilan, tetapi detail yang hilang tidak kembali. Perbesaran hanya membuat gambar kecil tampil lebih besar, bukan lebih tajam.

Kenapa hasil render halaman terlihat berbeda dari hasil ekstraksi? Keduanya mengambil hal yang berbeda. Render halaman mengubah seluruh halaman menjadi gambar pada 150 DPI, sedangkan ekstraksi mengambil elemen gambar asli dari dalam berkas. Untuk dipakai ulang sebagai aset, hasil ekstraksi yang benar.

Apakah gambar dari PDF hasil pindai bisa diambil? Tidak sebagai elemen gambar, karena halamannya tersimpan sebagai satu gambar penuh. Yang bisa dilakukan adalah mengubah halamannya menjadi gambar.

Format apa yang paling baik untuk menyimpan hasilnya? Tergantung keperluannya: JPG untuk foto, PNG untuk logo dan transparansi, TIFF untuk cetak. Kalau format aslinya sudah sesuai, tidak ada alasan mengubahnya.

Mulai dari berkas aslinya

Sebelum menyimpulkan bahwa hasilnya turun kualitas, ambil gambar dari berkas PDF yang paling asli yang Anda punya. Kalau berkas itu sudah dikompresi, kualitasnya memang sudah berkurang sejak sebelum diekstrak. Untuk pekerjaan pengambilan gambar, buka Ekstrak Gambar dari PDF.

Peta lengkap pekerjaan konversi ada di Konversi Format Dokumen, dan topik PDF secara umum dimulai dari Panduan PDF.